Selamat Memasuki Era Spiritual
(Welcome to Spiritual Era)
Setelah mereview sedikit apa yang terjadi pada dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya beberapa tahun yang lalu pas dunia belum semaju ini, pertukaran informasi belum secepat ini, ekonomi belum semakmur ini, saat dunia masih disibukkan dengan perang dunia, dunia masih disibukkan dengan kelaparan, dan masalah lain tentang kemanusiaan, ada sebuah perbedaan yang mendasar pada pola pikir dan cara pandang orang dulu dan sekarang tentang suatu masalah.
Perbedaan yang begitu terlihat adalah:
Jika zaman dahulu orang kebanyakan mendapat masalah dan tekanan dari lingkungan atau akibat dari sosial di luar individu yang begitu besar seperti perang, kekuasaan yang otoriter, sedangkan sekarang memasuki era demokratis dan berkurangnya tekanan dari luar mengapa tingkat kematian akibat bunuh diri dan angka stres semakin meningkat. Ternyata keleluasaan berfikir, kemerdekaan berpendapat, ketercukupan akan materi, kemakmuran ekonomi, kecanggihan teknologi belum mampu menjamin akan ketengangan hidup seseorang ditambah lagi begitu cepatnya informasi yang tersebar yang tidak hanya mengandung informasi positif saja tetapi juga tidak jarang informasi negatif.
Beberapa saat yang lalu misalnya (di salah satu episode Kick Andy),
“seorang anak SD yang bunuh diri hanya karena orang tuanya tidak mampu membayar uang SPP anaknya, Dhi3che begitu basah saat melihat episode itu yang betapa ironisnya. Mungkin keadaan tersebut masih bisa diterima oleh akal karena begitu terpepetnya dan betapa malu
Ironisnya dan tidak habis pikir dan sangat kontras sekali, jika dibandingkan dengan peristiwa
“Bunuh Dirinya Presiden Direktur Hyundai dari Lantai 20 Gedung Kantornya”
jika dipikir betapa kurang apanya coba, rumah mewah, uang, mobil, dan kekayaan yang telah dikumpulkan yang pastinya tidak mampu dihitung dengan kalkulator beras, Betapa tinggi tingkat Intelektual dan kecerdasan orang itu, kok bisa-bisanya nasibnya sama dengan Anak SD tersebut. Tekanan (stres) tersebut tidak hanya dialami oleh orang-orang tersebut diatas saja tetapi dialami oleh sebagian besar dan hampir semua orang di jaman sekarang dengan tingkat stres yang bermacam-macam.
Melirik dari masalah tersebut, orang-orang intelektual seperti Presdir Hyundai di atas di jaman sekarang mulai mencari dan mencari bahwa mengapa apa yang telah dimilikinya, kekayaan, kecerdasan intelektual, status sosial, ternyata belum mampu menghadirkan ketentraman jiwa, mereka mulai berfikir dan beralih dengan mengubah cara pandang hidup kepada sisi Spiritual.
Dewasa ini dan belakangan ini dunia dikejutkan akan penemuan Film The Secret - Rhonda Byrne dan Law of Attraction - Michael J Lousier dan masih banyak orang-orang yang muncul karena masalah hidup yang begitu krusial ini. Sedangkan di Indonesia sendiri dan masih hangat diperbincangkan dan masih menjadi wacana hangat yaitu hadirnya Training Emotional Spiritual Quotient ESQ Way 165 - Ary Ginanjar Agustian yang begitu fenomenal. Dan Buku Quantum Ikhlas - Erbe Sentanu yang begitu populer dan masih terpampang di rak buku terlaris di Gramedia yang menurut Dhi3che semua referensi tersebut telah mampu memetakan otak dan hati Dhi3che yang begitu gelap.
Apa yang terjadi di atas menandakan bahwa masalah-masalah di zaman sekarang yang begitu kompleksnya mendorong orang untuk mencari dan mencari dan mulai beralih untuk berlomba-lomba mencari makna tertinggi kehidupan. Dan inilah tanda bahwa telah dimulainya Era Spiritual “ Spiritual Era is Beginning ”. Tinggal bagaimana sikap kita menanggapi dan menghadapi pergeseran dan perubahan kehidupan. Apakah kita termasuk orang yang berdiam diri, tak mau tahu dan pasrah. Ataukah kita menjadi seorang hamba yang mencari dan mencari makna tertinggi kehidupan yang Diciptakan Sang Maha Pencipta untuk kita rasakan dan syukuri Rahmat dan Rahim NYA.

